Ceritaku di Januari
Suatu malam organisasiku mengadakan rapat virtual, rasanya rapat virtual untuk kondisi seperti saat ini adalah hal lumrah, karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan kita untuk rapat secara langsung. Rapat kali ini, beragendakan penunjukan PJ (penanggung jawab) dalam salah satu projek. Entah dengan alasan apa mereka menyetujui bahwa aku PJ dari projek tersebut. Dalam benakku terbesit jadi PJ tak semudah apa yang mereka katakan sebelumnya padaku, aku harus mengurus beberapa hal. Kadang dalam rapat sudah fix, masih aja ada tambahan agenda yang mau tak mau aku harus menerima, karena sudah berkaitan dengan lembaga. Rasanya dalam beberapa hal untuk projek tersebut sudah matang. Namun, apa mau dikata, ketika Allah sudah mempunyai skenario lain. Ada saja hal-hal diluar dugaan yang bikin kepalaku mau pecah. Dalam salah satu agenda dari projek tersebut tiba-tiba salah satu panitia menghubungiku, dia yang harusnya ngehandle acara itu malah tidak bisa hadir karena orang tuanya ...